Friday, March 29, 2013

test post

Saat pertama kali saya mengenalnya, di mata saya, ia hanyalah seorang vokalis sebuah band yang tidak terkenal. Sekilas, ia tampak kurus, kumal, dan seadanya. Sama sekali tidak menarik. Namun seiring berjalannya waktu, perlahan saya mulai mengaguminya, bahkan mentasbihkannya sebagai idola baru saya. 

Dia adalah seorang Farid Stevy Asta (29). Pemuda asli Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Kami bertemu pertama kali di sebuah panggung kecil di sudut Yogyakarta. Saya menjadi penonton menyimaknya sambil terpesona sedangkan ia menjadi pusat perhatian menyanyikan Mati Muda dengan sangat bijaksana.Stage act-nya meledak-ledak dalam kemalas-malasan. Mengendap-endap dalam gelap untuk kemudian ‘menikam’ para penonton dari belakang ketika ritme lagu mencapai puncaknya. Suasana itu makin lengkap dengan kostum yang serba hitam, perlambang ikut berkabung kepada apa saja yang sekiranya perlu untuk didukakan. 



Farid menamai bandnya dengan nama Jenny. Ia ibaratkan Jenny adalah seorang wanita sundal yang meninggal ketika melahirkan anak perempuan kecil hasil hubungan terlarang, dan kini keempat personel Jenny harus membesarkan dan menjadi bapak tidak resmi dari anak tersebut. Terlepas dari arti nama Jenny yang absurd, saya mengapresiasi Farid dengan segala macam ‘dosa’ yang ia perbuat dari musikalitasnya. Bersama Jenny, ia menjadi raja pensi di Yogyakarta. Dari satu bulan dalam setahun, selalu ada jadwal panggung untuk Jenny di Yogyakarta.

Jenny terbentuk di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada pertengahan 2003. Beranggotakan Farid Stevy Asta (vokal), Arjuna Bangsawan (bass), Roby Setiawan (gitar), dan Anis Setiaji (drum), awalnya Jenny dibentuk murni untuk menjadi pengisi acara malam keakraban jurusan. Lambat laun semakin berkembang dan orang-orang mulai mengenalnya. 

Musik Jenny bercita rasa perpaduan antara rock modern, rock n roll, dan garage rock dengan komposisi pas tanpa tambahan penyedap rasa. Orang-orang bilang Jenny adalah The Strokes versi Indonesia, kalau saya bilang Jenny ya Jenny.

Album pertama Jenny bertajuk Manifesto (2009). Liriknya berkutat tentang manusia-Tuhan-hidup-mati, rutinitas keseharian, dan hal-hal sensitif lainnya. Ada 10 lagu di dalam Manifesto, yaitu antara lain Resistance is Futile, The Only Way, Look With Whom Im Talking To, Mati Muda, Monster Karaoke, Mahaoke, Menangisi Akhir Pekan, 120 dan Manifesto Postmodernisme. Untuk single Mati Muda, tercatat sebagai salah satu pengisi soundtrack film layar lebar Radit & Jani (2008). 

Setelah melahirkan album Manifesto, kemudian terlahir pula dua free download single: Hujan Mata Pisau dan Hari Terakhir Peradaban (HTP). Adapun single HTP adalah prolog kasar, jembatan menuju album kedua yang entah kapan akan dirilis.